Friday, December 17, 2010

Profil Indonesia


DASAR NEGARA
Pancasila adalah filosofi dasar negara Indonesia yang berasal dari dua kata sansekerta, “panca” artinya lima, dan “sila” artinya dasar. Pancasila terdiri atas lima dasar yang berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, adalah :

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Indonesia merupakan negara demokrasi yang dalam pemerintahannya menganut sistem presidensiil, dan Pancasila ini merupakan jiwa dari demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila. Dasar negara ini, dinyatakan oleh Presiden Soekarno (Presiden Indonesia yang pertama) dalam Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

POSISI GEOGRAFIS
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau itu digabungkan, maka luas Indonesia menjadi1.9 juta mil persegi,

Lima pulau besar di Indonesia adalah : Sumatera dengan luas 473.606 km persegi, Jawa dengan luas 132.107 km persegi, Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia) dengan luas 539.460 km persegi, Sulawesi dengan luas 189.216 km persegi, dan Papua dengan luas 421.981 km persegi.

SEJARAH GEOLOGI
Pulau-pulau Indonesia terbentuk pada jaman Miocene (12 juta tahun sebelum masehi); Palaeocene ( 70 juta tahun sebelum masehi); Eocene (30 juta tahun sebelum masehi); Oligacene (25 juta tahun sebelum masehi). Sehubungan dengan datangnya orang-orang dari tanah daratan Asia maka Indonesia dipercaya sudah ada pada jaman Pleistocene (4 juta tahun sebelum masehi). Pulau-pulau terbentuk sepanjang garis yang berpengaruh kuat antara perubahan lempengan tektonik Australia dan Pasifik. Lempengan Australia berubah lambat naik kedalam jalan kecil lempeng Pasifik, yang bergerak ke selatan, dan antara garis-garis ini terbentanglah pulau-pulau Indonesia.

Ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang paling banyak berubah wilayah geologinya di dunia. Pegunungan-pegunungan yang berada di pulau-pulau Indonesia terdiri lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif. Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.

DEMOGRAFI

Penduduk Indonesia dapat dibagi secara garis besar dalam dua kelompok. Di bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur adalah suku Papua, yang mempunyai akar di kepulauan Melanesia. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah Etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 3% populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%); Katolik (3%); Hindu (1,8%); Buddha (0,8%); dan lain-lain (0,3%).

Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.

POLITIK

Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerah diwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah lembaga tertinggi negara. Keanggotaan MPR berubah setelah Amandeman UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota MPR adalah anggota DPR ditambah anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. Anggota MPR saat ini terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidenstil sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen.

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, termasuk pengaturan administrasi para Hakim.

PROVINSI

Indonesia saat ini memiliki 33 provinsi (termasuk 2 Daerah Istimewa (DI) dan satu Daerah Khusus Ibukota (DKI). Kedua DI tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan Daerah Khusus Ibukotanya adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebelum tahun 1999, Timor Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.
Daftar Provinsi di Indonesia
Sumatra
Nanggroe Aceh Darussalam | Sumatera Utara | Sumatera Barat | Bengkulu | Riau | Kepulauan Riau | Jambi | Sumatera Selatan | Lampung | Kepulauan Bangka Belitung
Jawa
Jakarta | Jawa Barat | Banten | Jawa Tengah | DI Yogyakarta | Jawa Timur
Kalimantan
Kalimantan Barat | Kalimantan Tengah | Kalimantan Selatan | Kalimantan Timur
Nusa Tenggara
Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur
Sulawesi
Sulawesi Barat | Sulawesi Utara | Sulawesi Tengah | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Gorontalo
Kepulauan Maluku dan Papua
Maluku | Maluku Utara | Papua Barat | Papua


EKONOMI

Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini.

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga dan emas. Indonesia adalah pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah dan karet.

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan korupsi yang merajalela dalam pemerintah.
Bank sentral Indonesia adalah Bank Indonesia.

SENI BUDAYA
Jenis kesenian di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu.

Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Saman Meusukat dan Tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain itu yang cukup terkenal di dunia adalah wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis. Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Solo, dan juga Pekalongan.

Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya.

Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Musik tradisional termasuk juga keroncong Jawa dikenali oleh hampir semua rakyat Indonesia, namun yang lebih berkuasa dalam paras lagu di Indonesia yaitu seni lagu modern kemudian Dangdut. Dangdut adalah salah satu musik Indonesia yang sudah merakyat di wilayah Nusantara, yang dipadu dari unsur musik Melayu, India, dan juga musik tradisional Indonesia. Dinamakan Dangdut karena suara musik yang terdengar adalah suara 'dang' dan 'dut' dan musik Dangdut lebih dikuasai oleh suara gendang dan suling. Lagu-lagu dangdut biasanya didendangkan oleh pedangdut dengan goyangannya yang seronok dan lemah gemulai yang disesuaikan dengan tempo lagunya. Ada berbagai macam corak musik Dangdut, antara lain Dangdut Melayu, Dangdut Modern (Dangdut masa kini yang alat musiknya telah ditambah dengan alat musik modern); dan Dangdut Pesisir (Lagu dangdut tradisional Jawa, Sunda, dll). Pada tahun 70-an, dangdut lebih dikenal sebagai aliran musik orkes Melayu, yang kemudian pada awal tahun 80-an ia lebih dikenal dengan sebutan Dangdut.

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, agama serta kepercayaan yang berbeda. Ada Batak, Karo, Minangkabau, Melayu di Sumatra dan sebagainya. Ada banyak agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha bahkan kini Kepercayaan Konghucu juga diakui. Namun sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih Islam sebagai agamanya.

Sumber http://www.indonesia.go.id
Selengkapnya...

Rendang

Sejarah.
Rendang adalah makanan khas Sumatera Barat Indonesia. Berbahan baku utama daging sapi dengan rasa yang pada umumnya pedas. Akan tetapi tingkat kepedasan tersebut tergantung oleh racikan sang juru masak. Ciri khas dari rendang asal payakumbuh adalah warna yang coklat kehitaman serta bumbu yang kering dengan rasa yang sangat lezat. Untuk mencapai warna yang coklat kehitaman serta bumbu rendang yang kering tersebut, rendang dimasak cukup lama yaitu minimal 12 jam.
Semakin lama rendang dimasak maka rasanya akan semakin lamak (enak). Apabila rendang yang dimasak hari ini dan tidak habis maka tidak perlu dikhawatirkan akan menjadi basi. Cukup dipanaskan dalam wajan dengan api sedang tanpa menambahkan bumbu kembali, kelezatan rendang akan tetap terjaga. Semakin sering rendang dipanaskan maka rasa rendang akan semakin lamak (enak).

Rendang merupakan menu utama bagi masyarakat minang. Dahulu kala rending disajikan sebagai menu utama bagi para bangsawan. Akan tetapi, saat ini rendang sangat digemari oleh masyarakat minang khususnya dan bahkan oleh seluruh lapisan masyarakat serta para wisatawan asing. Terdapat empat filosofi masayarakat minangkabau tentang Rendang yang merujuk dari empat bahan pokok yang digunakan dalam membuat Rendang. Filosofi tersebut yaitu ;
1. Dagiang (daging); sebagai bahan baku utama dalam membuat rendang yang merupakan lambang dari ninik mamak (para pemimpin suku adat) yang ada di minangkabau.
2. Karambia (kelapa); sebagai bahan pendukung yang merupakan lambang cadiak pandai (kaum intelektual).
3. Lado (cabe); sebagai lambang alim ulama yang pedas yaitu tegas untuk mengajarkan syariat agama.
4. Pemasak (bumbu); sebagai pelengkap yang merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.
Bahan.
• 1 kg daging sapi, dipotong jadi sekitar 15 potong (Lihat gambar)
• 2 liter santan dari 3 butir kelapa tua parut dan diperas.
• 1 batang serai, dimemarkan
• 1 lembar daun kunyit
• 5 lembar daun jeruk purut, diikat dengan daun kunyit
Bumbu yang dihaluskan.
• 12-20 cabai merah, digiling
• 6 butir bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 1 cm jahe
• 5 cm lengkuas/laos
• garam secukupnya
Cara Membuat.
• Masak santan bersama daun kunyit, daun jeruk dan serai. Lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan sampai mendidih dan kecilkan apinya.
• Lalu masukkan daging yang sudah dipotong-potong dan aduk terus dengan rata agar matangnya merata.
• Masak terus daging dengan api sedang sampai santan mengental dan agak kering dan daging sudah menjadi empuk.
• Dihidangkan sekali panas atau dingin sesuai dengan selera masing-masing. Paling enak kalau dihidangan bersama Nasi Putih.
Untuk 6-8 orang.
Catatan: Untuk lebih wangi, biasanya bumbu yang dihaluskan ditumis dulu dengan 2 sdm minyak sayur lalu masukkan potongan daging. Terakhir baru masukkan santan.
Dari berbagai sumber.
Selengkapnya...

Thursday, December 16, 2010

Indonesia Bungkam Filipina

Indonesia berhadapan dengan Filipina pada laga semifinal leg pertama Piala AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) 16 Desember 2010 dipenuhi lebih dari 70.000 suporter Indonesia . Pada pertandingan ini Indonesia menjadi tamu di kandang sendiri berhasil meraih kemenangan atas “tuan rumah” Filipina dengan skor akhir Filipina vs Indonesia 0-1.
Indonesia sejak peluit pertama dibunyikan oleh Moradi Masoud Hanasalo (Iran) langsung tancap gas dengan serangan-serangan melalui 2 sayap M.Ridwan dan Oktavianus dan mengandalkan duet Christian Gonzales dengan Irfan Bachdim namun baru bisa mencetak gol di menit 32 setelah tandukan Christian Gonzales bersarang di gawang Neil Etheridge lewat umpan panjang Firman Utina yang gagal diantisipasi Etheridge sehingga Gonzales dapat menanduknya masuk sebelah kanan gawang Filipina. 0-1 untuk Indonesia

Pada menit 39, sebuah bola yang gagal di kuasai Irfan Bachdim disapu Ray Jonsson ke samping kiri gawang Etheridget sehingga hampir saja masuk ke gawangnya sendiri. Di babak kedua, Indonesia lebih banyak menguasai bola.
Pelatih Alfred Riedle memasuknya “super sub” Arif Suyono menggantikan Oktavianus dan Bambang Pamungkas mengisi posisi Irfan Bachdim membuat Indonesia sedikit lebih tajam.
Di menit 72, Bambang Pamungkas memperoleh peluang di dalam kotak penalti Filipina. Namun Bambang kalah cepat dibanding penjaga gawang Etheridge yang sigap keluar sarang dan memeluk bola. Indonesia malah nyaris kebobolan di menit 75. Kali ini, kesalah pahaman antara center bek Maman Abdurrahman dengan penjaga gawang Markus Maulana hampir saja dapat dimanfaatkan oleh James Younghusband, tetapi “Dewi Fortuna” belum berpihak pada anak asuh Simon McMenemy karena bek kanan Zulkifli Syukur bisa membuang bola di garis gawang dengan kepalanya.
Gol kedua yang dinanti Indonesia masih gagal juga lewat serangan kombinasi Bambang dan Gonzales di menit 79. Umpan silang Bambang dari kiri gagal ditanduk Gonzales karena terlalu tinggi. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan dan skor akhir Indonesia vs Filipina 1-0 atas kemenangan tim Merah Putih.
Dijadwalkan pada hari Minggu (19/12) Indonesia akan menjadi tuan rumah semi final leg kedua di SGBK. Indonesia hanya membutuhkan hasil seri untuk dapat masuk ke babak Final Piala AFF Suzuki Cup 2010. Dijadwalkan pertandingan ini disiarkan secara langsung oleh RCTI mulai pukul 19.00 WIBB.
Dari berbagi sumber
Selengkapnya...

Wednesday, December 15, 2010

Adam Malik

H. Adam Malik (Pematang Siantar, 22 Juli 1917-Bandung, 5 September 1984) adalah mantan Menteri Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan I. Beliau juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga pada masa Kabinet Pembangunan III. Setelah lulus HIS, Adam bekerja menjaga toko "Murah" di seberang bioskop Deli. Di sela-sela pekerjaan ia membaca berbagai buku yang menambah pengetahuan dan wawasannya.
Ketika berusia belasan tahun, Adam pernah ditahan polisi Dinas Intel Politik di Sipirok (1934) dan dihukum dua bulan penjara karena melanggar larangan berkumpul. Pada usia 17 tahun ia telah menjadi ketua Partindo di Pematang Siantar (1934-1935) untuk aktif memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Pada usia 20 tahun, Adam menjadi salah seorang pelopor berdirinya kantor berita Antara (1937) yang berkantor di Jalan Pinangsia 38, Jakarta Kota.

Dengan bermodalkan satu meja tulis tua, satu mesin tulis tua, dan satu mesin roneo tua mengedarkan berita ke berbagai surat kabar nasional. Sebelumnya, ia sudah sering menulis di koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo.
Di zaman Jepang, Adam aktif bergerilya bersama gerakan pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan. Mewakili kelompok pemuda, Adam sebagai pimpinan Komite Van Aksi, terpilih menjadi Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) periode 1945-1947 yang bertugas menyiapkan susunan pemerintahan. Selain itu, Adam Malik adalah pendiri dan anggota Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan anggota parlemen.
Akhir tahun lima puluhan, Adam Malik aktif di pemerintahan menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Uni Soviet dan Polandia. Karena kemampuan diplomasinya, ia menjadi ketua Delegasi Indonesia dalam perundingan Indonesia-Belanda, untuk penyerahan Irian Barat (1962). Setelah itu ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965).
Ketika terjadi pergantian rezim pemerintahan Orde Lama, pada tahun 1966 Adam mengundurkan diri dari Partai Murba. Empat tahun kemudian ia bergabung dengan Golongan Karya (Golkar). Sejak tahun 1966-1977 ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri (ad interim), dan Menteri Luar Negeri. Sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Orde Baru, Adam Malik menjadi wakil dalam berbagai perundingan dengan negara-negara lain termasuk rescheduling utang Indonesia di masa Orde Lama.
Bersama Menteri Luar Negeri negara-negara Asia, Adam Malik menjadi salah seorang tokoh terbentuknya ASEAN (1967). Ia dipercaya menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke 26 di New York. Tahun 1977, ia terpilih menjadi Ketua DPR/MPR. Kemudian tiga bulan berikutnya, dalam Sidang Umum MPR (Maret 1978) terpilih menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ke 3.
H. Adam Malik meninggal dunia di Bandung, 5 September 1984 karena penyakit kanker lever. Kemudian, isteri dan anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum Adam Malik.
Riwayat Karir :
- Wakil Presiden RI (1978-1983)
- Ketua MPR/DPR (1977-1978)
- Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26
- Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri RI (1966-1977)
- Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965)
- Ketua delegasi Indonesia-Belanda (1962)
- Duta besar di Uni Soviet dan Polandia (1959)
- Anggota Dewan Pertimbangan Agung-DPA (1959)
- Anggota Parlemen (1956)
- Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947)
- Menteri Luar Negeri (6 Juni 1968 - 28 Maret 1973)

Profesi : Wartawan (Pendiri LKBN Antara tahun 1937)

Organisasi :
- Pinisepuh Golongan Karya
- Pendiri Partai Murba (1946-1948)
- Pendiri Partai Rakyat (1946)
- Ketua Partindo di Pematang Siantar (1934-1935)
Sumber : http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id
Selengkapnya...

Ir. Soekarno

Ir. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya Raden Sukemi Sosrodiharjo,berasal dari keturunan Sultan Kediri,dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai,bangsawan Bali yang merupakan keponakan Raja Singaraja terakhir. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tcokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut sekolah di THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.


Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan Partai Nasional lndonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, dengan cita-citanya yaitu Indonesia Merdeka. Akibatnya pemerintah Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam Pledoi (pembelaannya) berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo) dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 (hari lahir Pancasila), Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi" pada tahun 1986. (Dari Berbagai Sumber)
Selengkapnya...

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakartadan wafat di Makassar pada 8 Januari 1855, beliau adalah putra dari Raja Mataram Hamengkubuwana III dengan selirnya yang bernama R.A Mangkarawati. Pada masa kecil Pangeran Diponegoro bernama Raden Mas Ontowiryo. Pangeran Diponegoro pada masa hidupnya memiliki 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.
Ketertarikannya terhadap Agama dan sifatnya yang merakyat menyebabkan Pangeran Diponegoro lebih banyak menghabiskan masa pertumbuhannya di Tegalrejo bersama Eyang Buyut Putrinya yang tidak lain Permaisuri dari HB I Ratu Ageng. Beliau juga menolak pada saat ditunjuk oleh ayahnya untuk menjadi raja.
Perlawanan terhadap Belanda
Perlawanan Pangeran Diponegoro dimulai dari ketidak setujuannya atas campur tangan Residen Belanda dalam perwalian Hamengkubuana V (1822) yang pada waktu itu baru berusia 3 tahun dalam menjalankan pemerintahan seperti berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda menurutnya sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa., hal ini juga diperparah dengan tindakan Belanda yang memasang patok di tanah milik Pangeran Diponegoro di Tegalrejo dan perlakuan Belanda yang tidak menghiraukan adat istiadat yang berlaku juga mengeksploitasi rakyat hingga menderita.
Perlawanan pangeran Diponegoro didukung oleh rakyatnya sehingga selama perlawanan tersebut pihak Belanda mengalami kerugian yang besar baik itu para prajurit juga harta. Daerah perlawanan meluas hingga mencapai daerah Pacitan dan Kedu.Salah satu pengikut yang paling terkenal adalah Kyai Maja seorang tokoh agama yang berasal dari Surakarta. Markas dari Pangeran Diponegoro adalah Goa Selarong. Pangeran Diponegoro menyebut perlawanannya sebagai Perang Sabil.
Karena berbagai cara yang dilakukan oleh Belanda tidak pernah berhasil, maka permainan licik dan kotor pun dilakukan. Diponegoro diundang ke Magelang untuk berunding, dengan jaminan kalau tidak ada pun kesepakatan, Diponegoro boleh kembali ke tempatnya dengan aman. Diponegoro yang jujur dan berhati bersih, percaya atas niat baik yang diusulkan Belanda tersebut. Apa lacur, undangan perundingan tersebut rupanya sudah menjadi rencana busuk untuk menangkap pangeran ini. Dalam perundingan di Magelang tanggal 28 Maret 1830, beliau ditangkap dan dibuang ke Menado yang dikemudian hari dipindahkan lagi ke Makassar.

Setelah kurang lebih 25 tahun ditahan di Benteng Rotterdam, Ujungpandang, akhirnya pada tanggal 8 Januari 1855 beliau meninggal. Jenazahnya pun dimakamkan di sana. Beliau wafat sebagai pahlawan bangsa yang tidak pernah mau menyerah pada kejaliman manusia
Selengkapnya...

  © Blogger template 'Minimalist H' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP